Berita

KUNJUNGAN MENTERI KOPERASI DAN UKM

MENTERIKOPERASI DAN UKM RI APRESIASI KISEL

SEBAGAIKOPERASI TINGKAT DUNIA

                                                                  

Koperasi Telekomunikasi Selular (Kisel) yang mampu menembus danmenempati peringkat ke-128 koperasi besar dunia versi InternationalCooperatives Alliance (ICA), mendapatkan apresiasi yang tinggi dari MenteriKoperasi & Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Anak Agung Gede NgurahPuspayoga atau yang biasa disingkat AAGN Puspayoga . Apresiasi tersebut disampaikanAAGN Puspayoga dalam kunjungan singkatnya ke Kisel Kantor Pusat pada 30 Juli2015 lalu. Menurut beliau pencapaian Kisel tersebut membuktikan bahwa koperasi diIndonesia semakin diakui dan diperhitungkan dunia.

Kedatangan AAGNPuspayoga yang didampingi oleh Deputi Menteri Bidang Produksi KementerianKoperasi dan UKM RI Ir. I Wayan Dipta M.Sc. disambut oleh Wakil Ketua I KiselTeddy Indira Permana, Sekretaris Kisel Agus Munafi, Bendahara Kisel AskorianNoor, beserta jajaran Manajemen Kisel Kantor Pusat.

Dalam kesempatantersebut, AAGN Puspayoga tampak antusias menyimak profil Kisel yang disampaikansecara singkat oleh Teddy Indira Permana yang diantaranya menjelaskan bahwa, ditahun2014 lalu Kisel berhasil membukukan pendapatan diangka Rp4,13 Triliun dan di tahun 2015 ini Kisel mencanangkan targetpendapatan sebesar Rp4,4 Triliun.

Kepada para Pengurus Kisel, AAGNPuspayoga meminta agar prestasi Kisel yang menembus peringkatke-128 koperasi besar dunia ini patut disyukuri dan diangkat ke publik, agar menjadicontoh bagi koperasi-koperasi lainnya sehingga memacu pembangunan danperkembangan Koperasi yang menjadi penggerak  ekonomi rakyat Indonesia.

Dalam arahannya AAGNPuspayoga mengatakan bahwa, ada sekitar 61 ribu koperasi diIndonesia yang sudah tidak aktif dan telah dibubarkan. Koperasi-koperasinon-aktif tersebut mayoritas bergerak di bidang simpan pinjam yang ada di seluruhIndonesia.

"Kita punya data, dari total 206 ribu koperasiyang beroperasi di Indonesia, 30% atau sekitar 61 ribu Koperasi sudah tidakaktif lagi sehingga terpaksa kita bubarkan. Hal ini dilakukan selain agarkoperasi di Indonesia tidak hanya tinggal papan nama saja tapi juga sebagaiupaya untuk mendorong agar koperasi menjadi penggerak ekonomi dan sebagai salahsatu pilar negara" papar AAGN Puspayoga.

AAGN Puspayoga menambahkan, ada tigasektor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan di Indonesia yakni,Badan Usaha Milik Negara, Swasta dan Koperasi. Ketiga-tiganya harus bersinergisehingga dapat berperan dalam pemerataan kesejahteraan dan menjadi kekuatanekonomi yang signifikan dalam pembangunan ekonomi Indonesia.